Jadilah yang Tersembunyi


Bismillaah

Betapa banyak di zaman ini celah fitnah yang begitu menyambar-nyambar. Tak terkecuali fitnah wanita. Sungguh, zaman ini banyak sekali wanita yang tidak mengetahui hakikat fitnah yang ada pada diri mereka sehingga mereka dengan begitu mudahnya menyambar-nyambarkan fitnah, terutama kepada kaum laki-laki. Terlebih saat ini di era modernisasi dan globalisasi yang semakin berkembang dan maju, banyak hal yang selalu dijadikan media oleh wanita untuk menyambarkan fitnahnya tanpa rasa takut akan dosa dan murka dari Allaah Subhanahu wa Ta’ala. Seperti wanita yang dengan mudahnya sering mem-posting foto atau gambar wajah mereka di sosial media misalnya, inilah salah satu contoh wanita menyambarkan fitnahnya, terutama bagi kaum laki-laki.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang diriwayatkan dari Usamah Bin Zaid. Beliau bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari: 5096 dan Muslim: 2740).

Bahkan godaan wanita lebih dahsyat daripada godaan setan. Sebagian laki-laki mungkin bisa menahan godaan setan, akan tetapi bisa jadi ia lemah dengan godaan wanita. Allah ‘azza wa Jalla berfirman,

إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفاً

Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah,” (QS. An-Nisa’:76).

Tapi jangan pecaya diri dengan godaan wanita, karena Allah ‘azza wa Jalla berfirman,

إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ

Sesungguhnya tipu daya kalian para wanita adalah besar/adzim,” (QS. Yusuf:28).

Sudah seharusnya se-cantik, se-imut, se-lucu, se-sexy, atau se-apapun sebagai seorang wanita, hendaknya bersembunyilah di balik tabir atau hijab. Jangan sekali-kali menampakkan diri untuk menjadi pusat perhatian, apalagi haus akan perhatian kaum ajnabi. Malulah sebagai wanita muslimah jika menjadi wanita yang haus akan perhatian dan tidak memiliki rasa malu. Sesungguhnya perhiasan terindah wanita yang shalihah adalah rasa malunya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء

Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu,” (HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Sabda Rasulullaah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lain,

الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَر

Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.” (HR. Al Hakim dalam Mustadrok-nya 1/73. Al Hakim mengatakan hadits ini sesuai syarat Bukhari dan Muslim, dan disetujui oleh Adz Dzahabi).

Coba kita perhatikan kisah wanita di zaman Nabi Musa ‘alaihis salam tentang dua wanita yang malu jika harus berdesak-desakkan dengan kaum laki-laki untuk meminumkan ternaknya. Betapa bagusnya akhlak kedua wanita shalihah ini jika dibandingkan dengan wanita zaman sekarang yang perlahan malah mulai menanggalkan rasa malu mereka.
Allah Ta’ala berfirman,

وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ (٢٣) فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ (٢٤)

Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia men- jumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya”. Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya.” (QS. Qashash: 23-24).

Jadilah yang tersembunyi dan jangan terlalu menampakkan diri wahai wanita. Jagalah izzah (kewibawaan) dan iffah (kehormatan) sebagai seorang wanita muslimah. Wanita memang sumber fitnah terbesar bagi kaum laki-laki. Coba saja lihat, berapa banyak laki-laki yang telah beriman sekalipun tetap saja dapat tergoda oleh wanita, bahkan para koruptor laki-laki pun dengan rela melakukan perbuatan kejinya itu demi membahagiakan keluarganya, terutama untuk istrinya. Sungguh, contoh kecil seperti ini sudah cukup membuktikan bahwa wanita memang memiliki fitnah yang besar bagi kaum laki-laki. Lalu, masihkah kau wahai (wanita) ingin menjadi yang selalu menampakkan diri kepada kaum laki-laki? Atau bahkan kepada semua orang hingga rasa malumu tanggal? Wal’iyyadzubillaah.

Sudah sepantasnya jika seorang wanita paham bahwa dia adalah sumber fitnah—terlebih bagi kaum laki-laki—maka jadilah yang tersembunyi, menyembunyikan diri agar tidak menambah dosa dengan menyambar-nyambarkan fitnah kepada mereka. Jika saja seorang wanita mengetahui bagaimana mata dan pikiran kaum laki-laki dan fantasi mereka, satu jam saja. Maka ia tidak akan pernah mau dan berani menampakkan dirinya kepada mereka (laki-laki), meskipun hanya seujung kuku. Tentu ini pengingat juga bagi kaum laki-laki agar berhati-hati dalam memilih wanita untuk dijadikan sebagai istrinya kelak. Pilihlah wanita yang memiliki rasa malu di dalam jiwanya jika kau ingin selamat.

Perhatikan kalimat di bawah ini yaa akhowati!

Jadilah yang menjaga agar kau mendapatkan seseorang yang terjaga pula. Wallaahul musta’an.

Wallaahu a’lam.




Muroja’ah : Ustadz Yulian Purnama حفظه الله
Bandung, 01 Mei 2020.

Referensi:

[1.] Agung Pranowo, 2014. Wanita Ujian Terbesar Kaum Laki-laki.
https://muslim.or.id/19526-wanita-ujian-terbesar-kaum-laki-laki.html

[2.] Muhammad Abduh Tuasikal, 2010. Kriteria Wanita Idaman.
https://rumaysho.com/816-kriteria-wanita-idaman.html

[3.] Ummu Sa’id, 2010. Muslimah Cantik Bermahkota Rasa Malu.
https://muslimah.or.id/1182-muslimah-cantik-bermahkota-rasa-malu.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Raya Idul Fitri

Diam Yang Berkualitas

Rasa Malu